Seventeen dalam Kenangan Para Eks Personel Seventeen | Newsflash

  • Diupload pada 28 Des 2018

    Durasi 9.56

    Seventeen bukan hanya nama band saja, namun Seventeen merupakan sebuah keluarga bagi para personel, management maupun mantan personel yang pernah tergabung di dalamnya. Brilio berkesempatan mewawancarai Eks Personel Seventeen dan Eks Road Manager Seventeen. Mereka menceritakan kisah perjuangan berdirinya Seventeen sejak masih di Jogja.

    3 Personel Seventeen, Andi, Herman, dan Bani menjadi korban tsunami Selat Sunda (22/12) lalu. Kepergian mereka sisakan duka mendalam untuk Ifan sang vokalis, fans setia, juga mereka personel awal terbentuknya Seventeen. Kejadian tersebut merupakan pukulan terberat untuk keluarga besar Seventeen. Dalam Video ini mereka menceritakan kenangan-kenangan semasa merintis karir di seventeen hingga keakraban mereka sampai sekarang.

    “Bani sama Andi hampir sama, mandiri. Dulu waktu jaman kita masih awal Seventeen itu mereka kalo laper nggak punya duit. Mereka ngamen di perempatan Gayam, termasuk salah satunya mas Erix Endank Soekamti. Andi pernah dimarahin sama Erix, lha ngamen kok bawa HP, HP bapaknya dibawa sama dia, bukan HPnya dia. Jadi pas ngamen HPnya bunyi, ya yang mau ngasih gimana, karena masih barang mewah waktu itu”. Sepenggal cerita yang diungkapkan Doni Eks Vokalis Seventeen.

    Ia menceritakan awal berdirinya Seventeen pada tahun 1999, Seventeen berawal dari kumpulan anak-anak asal SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta di tahun 2003. Di Yogyakarta mereka aktif membuat demo lagu dan mengisi acara radio. Melihat respons baik masyarakat, mereka pun mencoba mengajukan kontrak dengan salah satu label musik Universal di Jakarta.

    Sementara itu, setelah sempat menyeka air mata karena teringat kenangan masa lalu, Yudi Eks Gitaris Seventeen berharap kondisi keluarga yang ditinggalkan segera pulih psikisnya.

    “Yang kita pikirkan sekarang tinggal perbaikan psikis kita terus untuk keluarga yang ditinggalkan. Semampunya yang bisa kita bantu kita akan bantu ke depannya. Sekarang kita mau diajak charity, apapun itu ayolah yang penting itu membantu dan positif. Terus terang saya main lagi sama Doni untuk bermain musik setelah berpuluhan tahun. Yang mungkin temen-temenku yang tahu aku ini kata mereka akan jadi sesuatu yang spesial, karena udah belasan tahun nggak main lagu Seventeen. Pun ketemu Doni bukan di suasana bermusik, kita ngobrol ketemu pas nongkrong aja. Kita sekalinya sepanggung lagi main lagu-lagu lama ditambah nggak ada anak-anak yang lain” Jelas Yudi.

    Cerita selengkapnya silahkan simak video Eksklusif berikut ini.




    Follow akun media sosial Brilio ya kamu akan dapatkan info-info terbaru yang unik
    Facebook https://www.facebook.com/Br......
    Instagram https://www.instagram.com/b...

    Channel Brilio News

Play Audio